Kemampuan Menyimak Anak Melalui Kegiatan Bercerita (Studi Kasus Pada Taman Penitipan Anak Athirah Makassar)

Hasmawaty Hasmawaty

Abstract


Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Instruksi penelitian adalah peneliti itu sendiri. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan rekaman. Responden adalah tiga anak dengan rentang usia 2 hingga 5 tahun dan dua tutor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kedua tutor menggunakan teknik yang berbeda dalam melaksanakan kegiatan bercerita. Tutor A menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learing (CTL) dengan melibatkan anak-anak dalam memilih cerita, sementara tutor B menggunakan pendekatan konvensional (guru berpusat). Isi cerita disesuaikan dengan pengalaman anak-anak dari kehidupan sehari-hari mereka untuk perkembangan emosi, perkembangan sosial, dan perkembangan spiritual mereka, (2) Setiap anak memiliki pemahaman mendengarkan yang baik. Anak-anak dapat menjawab pertanyaan guru mengenai judul dan aktor dalam cerita, memahami cerita dan menceritakannya kembali dengan kata-kata mereka sendiri. Pemahaman mendengarkan anak-anak dapat dilihat sebagai berikut; ketika A (tutor) membawakan cerita, setiap anak diberi kesempatan yang sama untuk menjawab pertanyaan dan menceritakan kembali cerita, di sisi lain, B (tutor) hanya memberikan kesempatan kepada beberapa anak atau satu anak. (3) faktor penghambat dan pendukung pada pemahaman mendengarkan anak-anak pada awalnya dari tutor sebagai pendongeng, aspek cerita, anak-anak sebagai pendengar, dan situasi belajar.

Kata-kata Kunci: Kemampuan Menyimak, Metode Bercerita, Pendidikan Anak Usia Dini.

 

This study is a qualitative research with a case study approach. The instrment of the research was the researcher herself. The data collection employed observation, interview, documentation, and recording methods. The respondents were three children with the age range 2 to 5 years old and two tutors. The result of the research indicates that (1) The two tutors used different techniques in implementing the story telling activity. Tutor A employed Contextual Teaching and Learing (CTL) approach by involving children in choosing the stories, while tutor B employed conventional approach (teacher centered). The content of the story was adjusted according to children’s experience on from their daily lives for their emotional development, social development, and spiritual development, (2) Each child has good listening comprehension. Children were able to answer teacher’s questions conserning the title and the actor in the story, comprehend the story and retell it with their own words. The children’s listening comprehension could be seen as follows; when A (the tutor) conducted the story, each child was given the same opportunity to answer the questions and retell the story, on the other hand, B (the tutor) merely gave opportunity to several children or one child. (3) the inhibiting and the supporting factors on children’s listenig comprehension were initially from the tutor as a story teller, the aspect of the story, the childrens as the listener, and the learning situation.


Full Text:

PDF

References


Bachri, Bachtiar S. 2010. “Meyakinkan Validitas Data Melalui Triangulasi Pada Penelitian Kualitatif.” Jurnal Teknologi Pendidikan 10, no. 1: 46–62.

Dariyo, Agus. 2010. Psikologi Perkembangan Anak Tiga Tahun Pertama. Bandung: PT. Refika Aditama.

Dhieni Nurbiana, dkk. 2007. Pokok Metode Pengembangan Bahasa. Jakarta: Universitas Terbuka.

Direktorat Tenaga Teknis (Diktentis). 2003. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia 0-6 tahun. Jakarta: Ditjen PLSP Departemen Pendidikan Nasional.

Doludea, Anny, and Lenny Nuraeni. Januari 2018. “Meningkatkan Keterampilan Menyimak Pada Anak Usia Dini 5-6 Tahun Dengan Metode Bercerita Melalui Wayang Kertas Di TK Makedonia.” CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) 1, no. 1: 1–5.

Glesne, C., & A. Peshkin. 1992. Becoming Qualitative Researchers: An Introduction. White Plains, NY: Longman Publishing Group.

Majid, Abdul Azis. 2015. Mendidik Anak Lewat Cerita. Jakarta: Mustaqiim.

Nafis, Ismi Ulin. 2013. “Pelaksanaan Pembelajaran Agama Islam Bagi Penyandang Tuna Netra Di Balai Rehabilitasi Sosial Distrarastra Pemalang II.” Skripsi, IAIN Walisongo. http://eprints.walisongo.ac.id/1587/3/083111071_Bab3.pdf.

Noviana, Lia. Januari 2013. “Pengaruh Metode Bercerita Terhadap Kemampuan Menyimak Pada Anak Kelompok Bermain Tunas Bangsa Di Ds.Wotansari, Kec.Balongpanggang, Kab. Gresik.” PAUD Teratai 2, no. 1. Diakses 11 Juni 2020. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/paud-teratai/article/view/902.

Nur, Faizah M. 2014. “Penerapan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Struktur Dan Fungsi Bagian Tumbuhan Di Kelas IV SD Negeri 2 Muara.” JUPENDAS 1, no. 2: 15-21. https://media.neliti.com/media/publications/71198-ID-none.pdf.

Nurbiana, Dhieni, dkk. 2015. Metode Pengembangan Bahasa. Jakarta: Universitas Terbuka.

Nurhayani, Isma. Februari 2017. “Pengaruh Penggunaan Metode Bercerita Terhadap Kemampuan Menyimak Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia.” Jurnal Pendidikan UNIGA 4, no. 1: 54–59.

Priyanto, Aris. 2014. “Pengembangan Kreativitas Pada Anak Usia Dini Melalui Aktivitas Bermain.” Jurnal Ilmiah Guru “COPE”, no. 2: 41-47. https://journal.uny.ac.id/index.php/cope/article/viewFile/2913/2434.

Purcell-Gates, V. 2004. “Ethnographic Research.” Literacy Research Methodologies (p. 92-113). New York: Guilford Publications.

Rahmat, Abdul, and Ertiwi Mamonto. Juni 2016. “Pengaruh Metode Bercerita Terhadap Kemampuan Menyimak Di Kota Selatan Gorontalo.” Journal of Nonformal Education and Community Empowerment 5, no. 1: 63-72. Diakses 11 Juni 2020. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jnfc/article/view/9728/6738.

Rahmina, Lim. 2007. “Listening In Action: Upaya Meningkatkan Kemampuan Menyimak Pebelajar”. Jurnal Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra. Universitas Pendidikan Indonesia.

Rupina, Purwanti, Yuline. 2016. “Peningkatan Kemampuan Menyimak Melalui Metode Bercerita Dengan Media Gambar.” Portal Jurnal Ilmiah Universitas Tanjungpura 5, no. 1:1-11.

Sari, Wulan. 2016. “Kemampuan Menyimak Wawancara Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Sekampung Tahun Ajaran 2014/2015.” Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung. http://digilib.unila.ac.id/21036/16/BAB%20I.pdf.

Sudjana, Nana. 2008. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru.

Sugiyono. 2005. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

______. 2014. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Syarifuddin, Syamsunur. 2010. “Faktor–Faktor Yang Mempengaruhi Kemandirian Toileting Pada Anak Umur 2 – 3 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Pangkajene Kabupaten Sidrap.” Skripsi, Prodi Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Makassar.

Tampubolon. 1991. Mengembangkan Minat dan Kebiasaan Membaca pada Anak. Bandung: Angkasa.

Tizen, Ella Farida. 2008. Media Gambar. Bandung: Nujahid Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.25278/jitpk.v1i1.463
Abstract viewed = 0 times | PDF downloaded = 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

 

Lisensi Creative Commons

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

pISSN: 2722-7553
eISSN: 2722-7561

Copyright © Sekolah Tinggi Theologia Jaffray 2020.