Penyebab Krisis Identitas Waria

Ivan Th. J Weismann, Depilori Depilori

Abstract


Penyebab adanya perilaku waria ini tidak dapat dijelaskan dengan sederhana
dikarenakan ada banyak faktor penyebab seperti faktor lingkungan dan pola asuh
orang tua yang cenderung mendidik dengan kasih sayang yang berlebihan. Sesuai
dengan pokok masalah yang ada, maka tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah:
untuk mengetahui krisis identitas yang dihadapi oleh waria dan mengetahui faktor
penyebab krisis identitas waria.
Adapun metode penelitian yang penulis pakai atau gunakan untuk menyusun
karya ilmiah ini adalah: Pertama, metode studi kepustakaan adalah metode di mana
penulis mengambil atau mengumpulkan data atau informasi dari buku-buku
kepustakaan dan dari bahan-bahan penulisan yang lainnya yang ada kaitannya
dengan pokok-pokok bahasan dalam penelitian ini untuk memperoleh data yang lebih
akurat. Kedua, wawancara adalah tanya jawab dalam suatu pertemuan pribadi
dengan maksud untuk mengumpulkan data yang aktual, yang diperlukan dalam
penulisan penelitian ini. Ketiga, Observasi adalah pengamatan yang penulis lakukan
saat wawancara berlangsung dan pengumpulan data dari informan.
Adapun kesimpulan karya ilmiah ini adalah: Pertama, krisis identitas pada
waria disebabkan karena pola asuh orang tua yang salah, yang mendidik anak tidak
sesuai gender, anak laki-laki dididik seperti anak perempuan dan sebaliknya.
Pemberiaan kasih sayang yang berlebihan, memanjakan anak dengan berdalih anak
kesayangan, penolakan-penolakan orang tua yang mengakibatkan anak lari dari
rumah dan bergaul dengan teman yang salah, orang tua kurang menyadari pentingnya
kerohanian anak, yang dapat dimulai dari rumah. Kedua, seseorang menjadi waria
disebabkan karena lingkungan, terlalu banyak bergaul dengan lawan jenis (anak lakilaki
teman bergaulnya kebanyakan wanita), berada dalam lingkungan waria dan
bergaul dengan waria ikut terlibat dalam kegiatan waria.

Keywords


waria, madam, homoseksual, krisis identitas, penyebab

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Komaruddin, Kamus Riset. Bandung: ANGKASA, 1984.Lexy,J. Meleong.

Metodologi Penelitian Kualitatif . Bandung: Rosdakarya, 2007.

Linda dan Eyre,Richerd. Mengajarkan Nilai-Nilai Kepada Anak .Jakarta:

Gramedia Pustaka Utama, 1999.

Mery Go Setiawani, Go Mery. Menerobos Dunia Anak. Bandung: Kalaum

Hidup 2000.

Milles dan Huberman. Analisa data Kulitatif. Jakarta: UI Press, 1992.

Narramore, M. Clyde .Menolong Anak-Anak Anda Bertumbuh Dalam Iman.

Bandung: Kalam Hidup, 1961.

Sanders, Bill. Dari Remaja Untuk Orang Tua.Bandung: Yayasan Kalam

Hidup, 1995.




DOI: http://dx.doi.org/10.25278/jj71.v12i1.36
Abstract viewed = 0 times | PDF (Indonesian) downloaded = 0 times




Creative Commons License

pISSN 1829-9474
eISSN 2407-4047

 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 Unported License.

Copyright © Sekolah Tinggi Theologia Jaffray 2014.