Pengaruh Kecanduan Game Online Siswa SMA Kelas X Terhadap Kecerdasan Sosial Sekolah Kristen Swasta Di Makassar

maurice andrew suplig

Sari


Perkembangan teknologi pada masa ini sangat berkembang pesat. Salah satu bagian dari hal ini adalah perkembangan game online yang berbasis pada internet. Perkembangan game online ini sudah menguasai banyak orang dan terutama kepada anak-anak remaja. Banyak anak-anak remaja mengalami kecanduan game online. Anak-anak ini menghabiskan banyak waktu untuk bermain game online. Karena menghabiskan waktu yang sangat banyak membuat anak-anak ini kurang bergaul dengan teman-teman di dalam dunia nyata. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah: Pertama, untuk mengetahui bagaimana game online mengakibatkan seorang pemain game online menjadi kecanduan. Kedua, untuk mengetahui apakah kecanduan game online memengaruhi kecerdasan sosial bagi pengguna game online. Ketiga, supaya siswa kelas X dan remaja pada umumnya memahami bahaya dari kecanduan game online. Keempat, menolong para pemuda remaja untuk terhindar dari masalah kecanduan game online yang berdampak negatif pada kecerdasan sosial.

Technology development is very rapidly growing at the present time. One part of this is the development of online games based on the internet. The development of these online games has already gained control over many people, especially teenagers. Teenagers spend a lot of time playing online games. Social intelligence is low making these kids less sociable with friends in the real world. The purpose of this paper is: First, to find out how online games result in online game players becoming addicted. Secondly, to find out if online game addiction affects social intelligence for online gaming users. Third, so that students of class X and teenagers generally understand the dangers of online game addiction. Fourth, to help teenagers to avoid online game addiction problems that negatively impact social intelligence.


Kata Kunci


Kecanduan, internet, game online, kecerdasan sosial

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ade, Elok. ”Kecerdasan Emosional.” Jurnal Psikologi 18, no. 3 (2014): 11-17.

Bargh, & McKenna K. Y. A. “The Internet and Social Life.” Annual Review of Psychology 55, no. 1 (2004): 822-832. Diakses 7 September 2016. http://dx.doi.org/doi /10.1146/ 55.090902.141922

Brown, Lydia Morris. “Sosial Intelligence: The New Science of Success.” (2006). Diakses 13 Maret 2017. https://www.karlalbrecht.com/downloads/SosialIntelligence-BBR.pdf

Creek, L. Vander and T. L. Jacson. “Internet addiction: symptoms, evaluation, and treatment.” Diakses 9 September 2016. http://netaddiction.com/articles/symptoms.pdf.

Dona, Febriandari, Fathra Annis Nauli, Siti Rahmalia H. “Hubungan Kecanduan Bermain Game online Terhadap Identitas diri Remaja.” Diakses 7 September 2016, http://repository.unri.ac.id/xmlui/bitstream/handle/123456789/4307/jurnal.pdf

Feprinca, Dica. “Hubungan Motivasi Bermain Game Online Pada Masa Dewasa Awal Perilaku Kecanduan Game Online Defence Of The Ancient (DotA 2).” Jurnal Psikologi no. 8 (2014): 3-7.

Ferguson, Sinclair B. Children of the Living God. Surabaya: Momentum, 2003.

Golemann, Daniel. Sosial Intellegince. Jakarta: Gramedia, 2006.

Gunawan, Samul T. “Kehidupan Bersama Dalam Keluarga Kristen.” Diakses 10 Februari 2017. http://artikel.sabda.org/kehidupan_bersama_dalam_keluarga_kristen

Lee, Eun Jin. “A case Study of Internet Game Addiction.” Journal of Addiction Nursing 1, no. 22 (2011): 208-215.

Lemmens, J. S., P. M. Valkenburg, J. Peter. “Development and Validation of a Game Addiction Scale for Adolescents.” Media Psychology 12, no.1, (2009): 77-95. Diakses 9 September 2016. http://dx.doi.org/ 10.1080/15213260802669458

Liza. “Otak Manusia, Neurotransmiter, dan Stress.” Diakses 20 Agustus 2016. http://www.academia.edu/7342950/6224830-otak-manusia-neurotransmiter-dan-stress-by-dr-liza-pasca-sarjana-stain-cirebon.

Normawati, Nur. “Upaya Pengaktifkan Siswa dan Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Melalui Pembelajaran Diskusi Panel Pada Siswa Kelas XI Bahasa Semester 1 SMA 1 Pabelan Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang.” (Skripsi, S.PPKn, UKSW, 2010). Diakses 9 September 2016. Http://repository.uksw.edu/bitstream/123456789/9552/2/T1_132009081_BAB II.pdf

Parker, J. I. Kristen Sejati. Surabaya: Momentum, 2011.

Ronda, Daniel. Pengantar Konseling Pastoral. Bandung: Kalam Hidup, 2015.

Soejanto, Laily Tiarani dan F.I. Soekarman. “Tingkat Kecerdasan Sosial Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kanjuruhan Malang.” Jurnal Konseling Indonesia 1, no. 1 (Oktober 2015): 18-25. Diakses 13 Maret 2017. http://ejournal.unikama.ac.id

Sutikno, Sobry. Rahasia Sukses Belajar dan Mendidik Anak Teori dan Praktek. Mataram: NTP Press, 2007.

Tripp, Paul David. Alat di Tangan Sang Penebus. Surabaya: Momentum, 2010.

Wulan, Rupita. “Hubungan Antara Kontrol Diri dan Kecanduan Game Online Pada Remaja di Warnet Lorong Cempaka Dalam Kelurahan 26 Ilir Palembang.” Diakses 9 September 2016. http://digilib.binadarma.ac.id/files/disk1/133/123-123-rupitawula-6649-1-jurnal.pdf.

Yee, Nick. “Motivations for Play in Online Games.” Cyberpshycology and Behaviour 9, no.6 (2006): 772-775.

Young, K. S. “Understanding Online Gaming Addiction and Treatment Issues for Adolescents.” The American Journal of Family Therapy 37, no.5 (2009): 85-90. Diakses 9 September 2016. http://dx.doi.org/10.1080/01926180902942191

Zebeh, Aji Chandra. Berburu Rupiah Lewat Game online. Yogyakarta: Bounabooks, 2012.




DOI: http://dx.doi.org/10.25278/jj71.v15i2.261
Sari viewed = 0 times | PDF downloaded = 0 times