Konflik Kebudayaan Menurut Teori Lewis Alfred Coser Dan Relevansinya Dalam Upacara Pemakaman (Rambu Solo’) Di Tana Toraja

Robi Panggarra

Abstract


Tujuan penulisan ini adalah: untuk menganalisis sejauh mana konflik dalam budaya upacara kematian (Rambu Solo’) Suku Toraja memberi dampak berjalannya fungsi AGIL (Adaptation, Goal attainment, Integration, dan Latency Patterns Maintenance) dengan baik ataupun memperkuat ingtegrasi di antara kelompok kaya dan miskin, atau kelompok bangsawan dan rakyat jelata ataupun kelompok hamba. Kebudayaan upacara Rambu Solo’ di Tana Toraja jelas memiliki nilai potensi konflik, akan tetapi beberapa nilai integrasi yang diungkapkan oleh Coser memang memberi pengaruh terhadap kesatuan masyarakat Tana Toraja. Di sisi yang lain juga memberikan pengaruh yang kuat terhadap kesatuan masyarakat Tana Toraja yang tentunya tidak dipahami oleh Coser, yaitu adanya nilai-nilai Tongkonan yang mengikat masyarakat untuk tidak berkonflik. 

Kata-kata kunci: konflik, kebudayaan, teori Lewis Alfred Coser, upacara, pemakaman, Rambu Solo’, Tana Toraja

The aim of this writing is: to analyze how much the conflict which is in the cultural funeral ritual (Rambu Solo’), of the Torajan ethnic group, impacts the function of AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integration, and Latency Patterns Maintenance) in a positive manner or evenstrengthens the integration between wealthy and poor groups, or between aristocratic groups and the common people or servants.  The cultural ritual, Rambu Solo’, in the Torajan region clearly possesses the potential for conflict, several integration values, however, which are noted by Lewis Alfred Coser, admittedly influence the unity of the Torajan community.  There exists, however, another factor which strongly influences the unity of the community in the Torajan region which, in fact, was not understood by Coser; that is the presence of Tongkonan values which bind the community so that conflict does not occur. 

Keywords: conflict, culture, Lewis Alfred Coser’s theory, ritual, funeral, Rambo Solo’, Torajan region


Keywords


conflict, culture, Lewis Alfred Coser’s theory, ritual, funeral, Rambo Solo’, Torajan region

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Coser, Lewis A. The Function of Social Conflict. New York: The Free Press, 1968.

Duli, Akin dan Hasanuddin, Toraja Dulu dan Kini. Makassar: Pustaka Refleksi, 2003.

End, Th. Van Den. Sumber-Sumber Zending Tentang Sejarah Gereja Toraja 1901-1961. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1994.

Marampa, A.T. Guide to Tana Toraja (n.p., n.d.,2003).

Paranoan, M. “Nilai-nilai Budaya Toraja”, dalam Laporan Forum Raya Konsolidasi Pariwisata Toraja. Tana Toraja 25-28 Mei 1995.

Ritzer, Geoge dan Douglas J. Goodman, Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Kencana, 2004.

Sarira, Y. A. Rambu Solo’ dan Persepsi Orang Kristen tentang Rambu Solo’. Tana Toraja: Pusbang Gereja Toraja, 1996.

Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1999.

Susan, Novri. Teori Konflik Struktural dan Kritis. Diakses 1 Agustus 2014. http://socialpeace.wordpress.com/2007/11/10/analisis-konflik-dalam-tiga-kepentingan-teori/

Tangdilintin, L. T. Toraja dan Kebudayaannya. Tana Toraja: Yayasan Lepongan Bulan, 1980.




DOI: http://dx.doi.org/10.25278/jj71.v12i2.20

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License

pISSN 1829-9474
eISSN 2407-4047

 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 Unported License.

Copyright © Sekolah Tinggi Theologia Jaffray 2014.