Kajian Biblika Kecemburuan Allah Terhadap Penyembahan Berhala Berdasarkan Keluaran 20:4-6

Queency Christie Wauran

Abstract


Dalam Perjanjian Lama kecemburuan Allah selalu berada dalam konteks penyembahan berhala. Hukum Taurat yang kedua dengan jelas melarang penyembahan kepada patung oleh karena alasan ini yaitu Allah yang cemburu. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui arti kecemburuan Allah terhadap penyembahan berhala berdasarkan kitab Keluaran 20:4-6 dan implikasinya bagi kehidupan orang percaya. Adapun kesimpulan artikel ini adalah pertama, kecemburuan Allah terhadap penyembahan berhala menyatakan bahwa Allah tidak dapat direpresentasikan dalam bentuk apapun karena kecemburuan Allah ini menyatakan bahwa Ia adalah Allah yang kudus. Dengan demikian, hanya Allah satu-satunya yang harus disembah oleh orang percaya. Kedua, kecemburuan Allah terhadap penyembahan berhala menyatakan bahwa tidak boleh ada objek penyembahan yang lain selain kepada Allah karena penyembahan kepada berhala menandakan perzinaan rohani yang mengakibatkan kecemburuan Allah. Oleh karena itu, orang percaya harus menolak segala bentuk penyembahan berhala. Ketiga, penyembahan kepada berhala mendatangkan kecemburuan Allah karena kecemburuan Allah ini menyatakan kesetiaan-Nya atas perjanjian dengan umat-Nya. Dengan demikian, kecemburuan Allah seharusnya menjadi dasar dari penyembahan kepada Allah. Keempat, kecemburuan Allah atas penyembahan berhala mendatangkan hukuman karena kecemburuan Allah menyatakan keadilan-Nya dalam hal pemberian hukuman sebagai konsekuensi bagi penyembah berhala. Kelima, kecemburuan Allah atas penyembahan berhala menyatakan bahwa Allah mengasihi umat-Nya dan sekaligus menyatakan keadilan Allah dalam hal pemberian berkat bagi yang mengasihi-Nya. Kasih Allah mendasari hubungan-Nya dengan umat-Nya, dengan demikian kasih juga menjadi dasar hubungan orang percaya dengan Allah.

In the Old Testament, the jealousy of God is always in the context of worshipping idols. The second commandment clearly prohibits the worshipping of statues for this reason, that God is jealous. This article is based on Exodus 20:4-6, and its purpose is to understand the meaning of God’s jealousy with respect to the worship of idols and its implications in the lives of believers. Now, the summary of this article is firstly: the jealousy of God in respect to idolatry says that God cannot be represented in any shape or form whatsoever because the jealousy of God says that He is a God who is Holy. As such, only God Himself should be worshipped by believers. Secondly, the jealousy of God in respect to idolatry says that there is to be no other object of worship other than God because the worship of idols signifies spiritual adultery that results in the jealousy of God.  Because of this, believers must reject all forms of idolatry. Thirdly, idolatry brings about the jealousy of God because of God’s faithful covenant with His people. Thus, the jealousy of God should become the foundation of worship to God. Fourthly, the jealousy of God in relation to idolatry brings about judgment because the jealousy of God says that He is just when giving judgment as a consequence for worshipping idols. Fifthly, the jealousy of God in relation to idolatry says that God loves His people and at the same time says that God is just in giving blessings to those who love Him. The love of God underlies the relationship God has with His people. As such, love also becomes the foundation of the relationship believers have with God.


Keywords


Kecemburuan Allah, penyembahan, berhala, hukuman, kasih, hubungan, perzinaan rohani, Keluaran 20:4-6

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Alkitab Edisi Studi. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2010.

Amzallag, Nizzim. “Furnace Remelting as the Expression of YHWH’s Holiness: Evidence from the Meaning of qannā͗ ( קנא ) in the Divine Context” Journal of Biblical Literature. Vol. 134 No. 2 (2015): 233-252.

Baker, D. L, S. M. Siahaan, A. A. Sitompul. Pengantar Bahasa Ibrani. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2010.

Barth, C. Teologia Perjanjian Lama Jilid Pertama. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1991.

Benner, Jeff A. “Ancient Hebrew Research Center”, Diakses 4 Desember 2012, http://www.ancient-hebrew.org/5_creator.html

Boice, James Montgomery. Dasar-Dasar Iman Kristen. Surabaya: Momentum, 2011.

Bridges, Jerry. Respectable Sins Membereskan Dosa-dosa yang Kita Toleransi. Bandung: Pionir Jaya, 2008.

Budyapranata pr, Al. Etika Praktis Berdasarkan Sepuluh Perintah Allah. Yogyakarta: Yayasan ANDI, 1991.

Buttrick, George Arthur. The Interpreter’s Bible The Holy Scriptures Volume I General And Old Testament Articles Genesis-Exodus. Nashville: New York Abingdon Press, 1952.

Craigie, P. C. The New International Commentary on the Old testament, The Book of Deuteronomy. Grand Rapids Michigan: William B. Eerdmans Publishing Company, 1979.

Davidson, F. A. M. Stibbs, E. F. Kevan. The New Bible Commentary. Grand Rapids, Michigan: WM. B. Eerdmans Publishing Company, 1965.

Douglas, J. D. Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid 1. Jakarta: Yayasan komunikasi bina kasih, 1992.

Dummelow, J. R. A Commentary On The Whole Bible by Various Writers Complete In One Volume. New York: The Macmillan Company, 1923.

Ellicott, Charles John. Ellicott’s Commentary On The Whole Bible A Verse By Verse Explanation. Grand Rapids, Michigan: Zondervan Publishing House, 1959.

Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid 1 (A-L), Jakarta: OMF. 1995.

Erickson, Millard J. Teologi Kristen Vol. 1. Malang: Gandum Mas, 2004.

Gaebelein, Frank E. The Expositor’s Bible Commentary with The New International Version Volume 2. Grand Rapids, Michigan: Zondervan Publishing House, 1990.

Harris, W. T. & F. Sturges Allen. Webster’s New Internasional Dictionary of the English Languange. Springfield, Mass., USA: G & C Merriam Company, 1915.

Hastings, James. Dictionary of the Bible, volume II. New York: Charles Scribner’s Sons, 1901.

Henry, Matthew & Thomas Scott. Commentary On The Holy Bible With Explanatory Notes From Other Writers Genesis – Esther. Nashville, New York: Thomas Nelson Publishers, 1798.

Keil, C. F. and F. Delitzsch. Commentary On The Old Testament In Ten Volumes Volume I The Pentateukh. Grand Rapids, Michigan: William B. Eerdmans Publishing Company, 1975.

Labberton, Mark. Bahaya Ibadah Sejati Sebuah Panggilan Memerangi Ketidakadilan. Surabaya: Literatur Perkantas Jawa Timur, 2011.

Orton, David. Ular-ular Dalam Gereja. Yogyakarta: Penerbit ANDI, 2005.

Packer, J. I. Knowing God, Tuntunan Praktis Untuk Mengenal Allah. Yogyakarta: Penerbit ANDI, 2008.

Patterson, Robert M. Tafsiran Alkitab Kitab Keluaran. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006.

Pfeiffer, Charles F. & Everett F. Harrison. Tafsiran Alkitab Wycliffe, Vol.1 Perjanjian Lama: Kejadian-Ester. Malang: Gandum Mas, 2004.

Pink, Arthur W. Gleanings In Exodus. Chicago: Moody Press, 1978.

Spence, H. D. M. and Joseph S. Exell. The Pulpit Commentary Exodus Volume 1. Chicago: Wilcox & Follett Co., n.d.

Strong, James. Strong Exhaustive Concordance of the Bible, Reference Library Edition. Iowa Falls, Iowa: World Bible Publishers, n.d.

Studi Alkitab. Hukum Taurat: Hukum Kedua, Diakses 8 Mei 2014, http://www.studialkitab.com/2010/04/hukum-taurat-hukum-ke-2.html

Tafsiran Alkitab Masa Kini 1 Kejadian-Ester. Jakarta: BPK Gunung Mulia untuk Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, 1982.

Thiessen, Henry C. Teologi Sistematika. Malang: Gandum Mas, 2010.

Unger, Merrill F, William White, Jr., Nelson’s Expository Dictionary of the Old Testament. Nashville: Thomas Nelson Publishers, 1980.

Verkuyl, J. Etika Kristen Kapita Selekta. Jakarta: Badan Penerbit Kristen, 1961.

Walvoord, John F.& Roy B. Zuck, The Bible Knowledge Commentary an Expositon of the Scriptures by Dallas Seminary Faculty Old Testament. Wheaton, Illinois: Victor Books a division of SP Publication, Inc, 1986.

Widyapranawa, S.H. Tafsiran Alkitab Yesaya 1-12. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1974.

Wilson, William. Wilson’s Old Testament Word Studies. Mclean: Mac Donald Publishing Company, n.d.




DOI: http://dx.doi.org/10.25278/jj71.v13i2.180
Abstract viewed = 0 times | PDF (Indonesian) downloaded = 0 times




Creative Commons License

pISSN 1829-9474
eISSN 2407-4047

 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 Unported License.

Copyright © Sekolah Tinggi Theologia Jaffray 2014.