Cover Image

Ulasan Buku: Bagaimana Aku Dapat Meminta Allah untuk Kesembuhan Fisik?: Panduan Alkitabiah

Daniel Ronda

Abstract


Review by Daniel Ronda

 

Kesehatan adalah hal yang berharga dari umat manusia saat ini, dan sakit adalah masalah yang besar bagi umat manusia. Sampai saat ini dunia kesehatan dan pengobatan telah mencapai dalam tahap yang mutakhir, tapi tetap saja masih tidak mampu mengatasi masalah penyakit yang rupanya juga semakin berkembang dan kompleks. Tidak sedikit yang putus asa karenanya, bahkan sekalipun berada dalam perawatan rumah sakit yang terbaik sekalipun. Akhirnya, dipahami dan dipercayai ada satu pribadi yang dapat melakukan intervensi terhadap masalah kesehatan fisik manusia, yaitu Tuhan sendiri. Ada catatan yang menarik dalam buku ini, di mana 86 persen orang Amerika percaya kepada kesembuhan ilahi, 75 persen dokter percaya bahwa doa dapat membuat pasien memiliki kehidupan yang lebih baik dan banyak keluarga dokter percaya yaitu 99 persen percaya bahwa praktik keagamaan menjadi elemen penting dalam proses kesembuhan yang sakit (hal. 9). Catatan ini menjadikan buku ini layak untuk dibaca lebih lanjut.

 

Buku ini berisi kajian biblika tentang kesembuhan ilahi dan bukti bahwa pengobatan modern mengakui peran doa dalam kesembuhan. Walaupun demikian, tidak sedikit jemaat Kristen yang sudah membaca Alkitab dan menghadiri ibadah gereja dan bahkan mendengarkan khotbah karya dan sabda Yesus tentang kesembuhan tetap belum mengerti bagaimana dapat menerima kesembuhan dari Tuhan. Pertanyaan yang diajukan adalah: darimana dan bagaimana memulai doa kesembuhan? Selanjutnya, apa yang harus dibuat bila tidak ada perubahan atau tidak ada jawaban? Apakah orang Kristen perlu pakai kata-kata seperti “mantra” atau syarat khusus untuk doa dapat didengar? Semua pertanyaan tentang doa kesembuhan fisik ada dalam buku ini, sehingga buku ini layak menjadi sebuah buku panduan pastoral bagi mereka yang melakukan pelayanan jemaat, di mana perjumpaan dengan orang sakit pasti akan terjadi.

 

Di buku ini juga berisi bukan hanya pembuktian kebenaran Alkitab tentang kesembuhan ilahi, tapi buku ini menjadi buku pedoman yang berisi langkah-langkah secara menyeluruh, serta beberapa nasehat yang diperlukan dalam berkomunikasi dengan Allah untuk menerima kesembuhan fisik.  Jadi buku ini berisi banyak pembuktian dari Alkitab tentang kesembuhan ilahi, kemudian diakhiri dengan pertanyaan-pertanyaan refleksi pada akhir bab, juga beberapa contoh doa tentang bagaimana seseorang berdoa untuk mendapatkan kesembuhan fisik.  Secara garis besar buku ini terdiri dari tiga bagian, di mana bagian pertama membahas tentang apa yang dibuat sebelum berdoa untuk kesembuhan? Kedua, apa yang harus dibuat selama berdoa untuk kesembuhan? Dan ketiga, apa yang kita buat setelah berdoa untuk kesembuhan. Buku ini sungguh menarik karena akhirnya atau puncaknya adalah menuntun seseorang untuk dekat kepada Yesus, sang sumber kesembuhan.

 

Pertanyaan yang paling krusial tentunya adalah apakah seseorang pasti sembuh jika didoakan dan bagaimana jika orang tersebut tidak sembuh? David Smith dengan lugas memberikan penjelasan yang akurat (hal. 222-3). Baginya kesembuhan adalah kedaulatan Allah sendiri, sehingga tidak layak mempertanyakan iman dan ketaatan seseorang yang sakit jika kesembuhan tidak terjadi. Kesembuhan adalah kedaulatan Tuhan dan Ia memiliki hak untuk menyembuhkan, melewati proses, atau melewati pengobatan dan bahkan menyempurnakannya ketika seseorang meninggal dan masuk sorga.

 

Pertanyaan yang tidak kalah pentingnya adalah jika Tuhan berdaulat, untuk apa gereja melakukan pelayanan doa untuk kesembuhan orang sakit dengan bersungguh-sungguh? Saya rasa David Smith berhasil memberikan penjelasan tentang arti pelayanan kesembuhan bagi kesaksian pelayanan gereja (hal. 223). Di sini gereja harus melakukan pelayanan ini untuk membuktikan Tuhan ada dan hidup, dan bahwa Dia berkuasa sehingga dapat menjadi kesaksian bagi dunia. Buku ini dapat saya simpulkan sebagai buku yang berisi kajian akademis biblika tentang kesembuhan ilahi dan pada saat yang sama diberikan penjelasan sederhana untuk menjadi panduan dalam pelayanan pastoral gereja. Tiap pemimpin gereja yang pasti berhadapan dengan pelayanan mendoakan orang sakit, patut menyediakan waktu khusus untuk membaca dan meneliti buku ini kembali. Tidak ada pelayanan yang lebih efektif bila kombinasi antara praktika dan keyakinan berpada menjadi satu sehingga kesaksian gereja dapat jauh lebih luas jangakuannya.

Full Text:

PDF (Indonesian)


DOI: http://dx.doi.org/10.25278/jj71.v13i1.118
Abstract viewed = 0 times | PDF (Indonesian) downloaded = 0 times




Creative Commons License

pISSN 1829-9474
eISSN 2407-4047

 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 Unported License.

Copyright © Sekolah Tinggi Theologia Jaffray 2014.