Identitas Kristen dalam Realitas Hidup Berbelaskasihan: Memaknai Kisah Orang Samaria yang Murah Hati

I Made Suardana

Sari


Pesan teks Lukas 10:25-37 sangat jelas yaitu kehidupan Kristen, bukanlah soal penampilan fisik (sebuah kehidupan yang membangun religiositas tanpa kekuatan spiritualitas). Identitas kehidupan Kristen didirikan pada dataran berbelaskasihan, maka sikap belas kasihan dalam ketulusan dan kerelaan adalah tiang kokohnya.  Terciptanya kehidupan berbagi yang semakin menyentuh kedalaman kehidupan spiritualitas yang memulihkan, menghidupkan dan menyelamatkan adalah identitas hidup Kristen.  Kekristenan menghadapi berbagai tantangan  tidak hanya bergerak pada tataran konsep, tetapi memproklamasikan sikap yang membangun perubahan hidup.  Hal itu menegaskan bahwa kematangan konsep tentang kehidupan dengan sendirinya bermakna memberdayakan kehidupan senada dengan kematangan konsep tersebut.  Belas kasihan orang Samaria yang nampak adalah akibat kepenuhan belas kasihan di dalam hatinya, atau melimpah ruah di dalam hatinya.   Sangat paradoks apabila menegaskan diri rohani, tetapi sikap hidup jauh dari tabiat atau karakter hidup rohani tersebut.

The message of Luke 10: 25-37 is very clear that the Christian life is not about appearances (a life that develops religiosity without spirituality).  The identity of the Christian life is founded on the basis of mercy, thus the attitude of compassion accompanied by sincerity and willingness is one of its established pillars.  This creation of a shared life which increasingly touches the depths of a spiritual life which restores, revives, and saves is the identity of a Christian life.  Christianity faces various challenges that not only operate at the level of concepts, but also at the level of proclaimed attitudes which create life changes. This emphasizes that the maturity of this concept about the Christian life itself means an empowering life that is in line with the maturity of this concept. The mercy of the Samaritan which is visible in this text is due to the fullness of mercy in his heart, or the mercy that flows out from his heart.  It is very oxymoronic if someone emphasizes that they are spiritual, but their attitudes are far from the nature and character of the spiritual life they claim to have.


Kata Kunci


The Samaritans, Merciful, Identity

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Adiprasetya, Joas. Mencari Dasar Bersama, Etik Global dalam Kajian Postmodernisme dan Pluralisme Agama. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2002.

Bible Works. CD-ROM, Version 7.0.

Boland, B. J. dan P.S. Naipospos, Tafsiran Alkitab Injil Lukas. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1996.

Brown, Colin. The New International Dictionary of New Testament Theology, Vol. 3: Pri-Z, edited by Colin Brown, et.al. Grand Rapids, Michigan: Regency Reference Library, 1975.

Brownlee, Malcolm. Tugas Manusia dalam Dunia Milik Tuhan, Dasar Theologis Bagi Pekerjaan Orang Kristen dalam Masyarakat. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1997.

Ellis, E. Earle. The Gospel of Luke, The New Century Bible Commentary. Grand Rapids: Wm. B. Eerdmans Publishing Company, 1987.

Fletcher, Verne H. Lihatlah Sang Manusia, Suatu Pendekatan pada Etika Kristen Dasar. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2007.

Groenen, C. Sejarah Dogma Kristologi: Perkembangan Pemikiran Tentang Yesus Kristus pada Umat Kristen. Yogyakarta: Kanisius, 1988.

Groome, Thomas A. Christian Religious Education; Pendidikan Agama Kristen, Berbagi Cerita dan Visi Kita. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2010.

Hendriksen, William. New Testament Commentary, Exposition of the Gospel According to Luke. Grand Rapid, Michigan: Baker Book House, 1987.

Hunter, A. M. Christ and the Kingdom: What Scripture Says about Living in the Kingdom of God. Michigan: Servant Books, 1980.

Hunter, Archibald M. The Work and Words of Jesus. Philadelphia: The Westminster Press, 1973.

Johnson, Luke Timothy. “The Lukan Kingship Parable (Luk. 19:11-27)” dalam Luke the Composition of Luke's Gospel, Selected Studies from Novum Testamentum, edited by Davide Orton. Leiden, Boston: Brill, 1999.

Kasper, Walter. Jesus the Christ. New York: T&T Clark International, 2011.

Küng, Hans. “Kekhasan Etika Kristen” dalam Fletcher, Verne H. Lihatlah Sang Manusia, Suatu Pendekatan pada Etika Kristen Dasar. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2007.

Leks, Stefan. Tafsir Injil Lukas. Yogyakarta: Kanisius, 2003.

Marshall, I. Howard. Luke: Historian and Theologian, CEP. Grand Rapid, Michigan: Zondervan Publishing House, 1979.

Merkel, Helmut. “The opposition between Jesus and Judaism” in Jesus and The Politics of His Day, edited by Ernst Bammel, C. F. D. Moule. Cambridge, London: Cambridge University Press, 1984.

Nolan, Albert. Yesus Sebelum Agama Kristen, Warta Gembira yang Memerdekakan. Yogyakarta: Kanisius, 1991.Adiprasetya, Joas Mencari Dasar Bersama, Etik Global dalam Kajian Postmodernisme dan Pluralisme Agama. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2002.

Robinson, James M. The Gospel Jesus, A Historical Search for the Original Good News. New York: Hmper Collms Publishers, 2005.

Schlabach, Gerald W. And Who is My Neighbor? Poverty, Privilege, and the Gospel of Christ. Waterloo: Herald Press, 1990.

Scofield, C. I. The Scofield Study Bible, New King James Version. Oxford, New York: Oxford University Press, 2002.

Utley, Bob. Luke the Historian: The Gospel of Luke, Study Guide Commentary Series New Testament, vol. 3A. Marshall, Texas: Bible Lessons International, 2011.

Widyatmadja, Josef P. Yesus dan Wong Cilik. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2011.

Wijngaards, John. Yesus Sang Pembebas. Yogyakarta: Kanisius, 1994.

Wolterstorff, Nicholas P. Mendidik untuk Kehidupan, Refleksi Mengenai Pengajaran dan Pembelajaran Kristen, diterjemahkan oleh Lana Asali. Surabaya: Momentum, 2004.

Yewangoe, A. A. “Kata Pengantar” dalam Josef P. Widyatmadja, Yesus dan Wong Cilik. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2011.




DOI: http://dx.doi.org/10.25278/jj71.v13i1.115

Article Metrics

Sari view : 0 times
PDF - 0 times