Jurnal Jaffray

About Journal Focus And Scope Citations Statistic Submission

Jurnal Jaffray adalah jurnal nasional yang dikelola oleh institusi Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar.

Jurnal Jaffray adalah jurnal peer-review dengan double blind reviewer dan akses terbuka yang berfokus pada kebaruan ilmu teologi, eksegesis Alkitab dan praktik pelayanan dan pendidikan Kristen melalui penelitian kuantitatif dan kualitatif (hermeneutika, argumentatif, dan studi kasus). Jurnal ini menerbitkan artikel asli, review, dan juga laporan kasus yang menarik.
Subjek Jurnal:
1. Perkembangan ilmu teologi dan agama
2. Tafsiran Alkitab
3. Studi Biblika
4. Penelitian Ilmu Pendidikan
5. Penelitian Pendidikan Kristen
6. Etika Kristen
7. Praktik Pastoral
8. Hermeneutika Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru

Abstracted and indexed in:

WorldCat Google Scholar SINTA DOAJ ROAD ISJD BASE IPI Crossref

Informasi Jurnal

1. Judul Jurnal: JURNAL JAFFRAY

2. Initial: JJV71

3. Singkatan: JJ

4. Frekuensi Terbitan: 2 nomor setahun (April & Oktober)

5. DOI: 10.25278/jj71

6. Print ISSN: 1829-9474

7. Online ISSN: 2407-4047

8. Editor In Chief: Hengki Wijaya

9. Penerbit: Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar


Alamat Surat Menyurat

Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Lembaga Penelitian dan Penerbitan Sekolah Tinggi Theologia Jaffray
Jalan Gunung Merapi No. 103 Makassar, 90114

Kontak Utama

Hengki Wijaya, M.Th
Lembaga Penelitian dan Penerbitan STT Jaffray Makassar

Sekolah Tinggi Theologia Jaffray
Lembaga Penelitian dan Penerbitan Sekolah Tinggi Theologia Jaffray
Jalan Gunung Merapi No. 103 Makassar, Sulawesi Selatan

Telepon: 0411-3624129
Fax: 0411-3629549
Email: hengkiwijaya@sttjaffray.ac.id


Gambar Beranda Jurnal

Table of Contents

Jurnal Jaffray Volume 16, No. 1 April 2018

Junihot M. Simanjuntak
1-24
Marde Christian Stenly Mawikere
25-54
Tirsa Budiarti
55-76
Leonard Sumule
77-92
Daniel Nuhamara
93-114
Cover Image
Armin Sukri Kanna
115-127



Jurnal Jaffray 16 (1) (April 2018)

 

Ulasan Buku Kisah kisah Misi Singkat di Berbagai Belahan Dunia

Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar kembali menerbitkan buku, pada kesempatan ini, berisi tentang sejarah misi yang di tulis oleh Pdt. Dr. Daniel Ronda, dengan judul ‘Kisah-kisah Misi Singkat di Berbagai Belahan Dunia.’. Dari judul yang diberikan, maka dapat diperoleh gambaran mengenai apa yang menjadi isi dari buku tersebut. Buku ini merupakan kumpulan dari beberapa kisah dalam sejarah pelaksanaan misi yang dilaksanakan diberbagai belahan dunia, sekalipun singkat, namun penulis menampilkannya secara komprehensif dan berkesinambungan yang berawal dari pelaksanaan misi mula-mula dalam Kisah Para Rasul, sampai pada pelaksanaan misi moderen di abad ke-21.

Terkirim: 2018-03-21Lebih lanjut...
 

Pengutamaan Dimensi Karakter Dalam Pendidikan Agama Kristen

Indonesia sedang menjalani suatu gerakan nasional “pembangunan karakter” untuk mengatasi berbagai masalah yang menghambat kesejahteraan masyarakatnya. Semua komponen bangsa dan masyarakat diharapkan memberi kontribusinya. Pendidikan Agama Kristen (PAK) sebagai salah satu tugas gereja yang strategis dapat memberi kontribusinya yang penting bilamana dalam semua program PAK bagi semua kategori usia dan berbagai konteks (keluarga, gereja dan sekolah) dapat mengutamakan dimensi karakter. Penulis membangun argumentasi betapa dekatnya pendidikan karakter dengan PAK, bahkan merupakan bagian integral sebagaimana karakter Kristiani adalah bagian integral dari iman Kristiani. Untuk itu penulis memperjelas konsep-konsep terkait seperti prinsip, nilai, kebajikan, makna hidup, serta karakter dalam upaya membangun argumentasi di atas. Secara spesifik juga konten dari karakter Kristiani dicarikan contoh-contoh Alkitabiahnya.

Indonesia is undergoing a national movement of character building to overcome various problems which hinder the welfare of its society. Every component of the nation and society is expected to give its contribution. Christian Education as one of the strategic tasks or missions of the churches is able to give its significant contribution when its educational programs endeavor to pay more attention to character dimension in its curriculum design for every age category and in all educational contexts. I also argue that character education is closely related to Christian Education even an integral part of it, as Christian character is an integral part of Christian faith. For that purpose I try to clarify some essential concepts such as principles, values, virtues, meaning of life, and Christian character as found in the Bible in order to build on the above argument. Finally, the specific content from the Christian characteristics are found in Biblical examples.

Terkirim: 2018-03-19Lebih lanjut...
 

Implementing Andragogy In Indonesian Theological Schools

Most Christians inIndonesia, when asked about the term "school" or "Sunday school", they always think that those terms are addressed to children's education. Even the term "Adult Sunday School", which is a very familiar sound in the ears of Christians inAmerica, is not heard of among the churches inIndonesia. Why? According to the Christians inIndonesia, Sunday School is always intended for children. It is also carried in general education. That is why the term education is always directed to the education of the children or young persons rather than to adult education.

It is time that theological schools inIndonesiaunderstand the importance of andragogy for adult Christian education. InIndonesia, adults do not like the idea of Sunday school or school because they think Sunday school or school is for children and it is beneath their dignity.  However, utilizing the andragogical methods described in this paper, adult can learn in a dignified manner.  Instead of being lectured what to know as children would be, adults should realize that each one is an integral part of the learning process. Through respectful participation, each adult can learn through discovery as well as contribute insight to others. 

Terkirim: 2018-03-19Lebih lanjut...
 

Model-Model Pendidikan Perdamaian Bagi Anak Dalam Konteks Gereja

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis model-model pendidikan perdamaian bagi anak dalam konteks gereja. Tulisan ini dimotivasi oleh maraknya tindakan kekerasan dalam berbagai relasi, baik dalam ranah domestik maupun publik yang ada di Indonesia, sehingga menyebabkan membudayanya kekerasan. Tulisan ini membuktikan bahwa pendidikan perdamaian adalah suatu upaya jangka panjang yang efektif yang dapat menjadi budaya tandingan bagi budaya kekerasan tersebut. Pendidikan perdamaian dapat dilaksanakan lebih maksimal apabila ditanamkan sejak dini dalam diri anak-anak dan dalam konteks gereja, karena bersama dengan gereja, anak-anak turut mengemban misi perdamaian demi terwujudnya Kerajaan Allah. Penulis juga menemukan bahwa pendidikan perdamaian perlu dilakukan dalam tiga tahap, yaitu tahap penyadaran melalui model kontemplatif dan model problem-posing, tahap penghayatan melalui model integrasi (dengan kalender gerejawi) dan model bermain peran, serta tahap penerapan melalui model aksi-refleksi. Penelitian lanjutan yang berkaitan dengan aplikasi model-model tersebut dalam konteks gereja lokal di Indonesia sangat direkomendasikan.

This writing aims to describe and analyze models of peace education for children in the context of the church. This writing is motivated by the emergent acts of violence in various relationships both in the domestic and public sphere in Indonesia, which is causing violence to become culture. This writing proves that peace education is an effective long-term effort, which can be a counter-culture for the violence culture. Peace education can be done more optimally if it is planted early on in the lives of children and in the context of the church, because together with the church, children are also held responsible in taking the mission of peace for the spreading of the kingdom of God. The author also found that peace education needs to be done in three stages: the awareness stage through contemplative model and problem-posing model; the stage of affection through the integration model (with ecclesiastical calendar) and role playing model; then the implementation stage through the action-reflection model. Further research linking the application of these models in the context of local churches in Indonesia is strongly recommended.

Terkirim: 2018-03-18Lebih lanjut...
 

Pendekatan Penginjilan Kontekstual Kepada Masyarakat Baliem Papua

Studi ini memperlihatkan adanya nilai-nilai budaya dan konsep worldview masyarakat Baliem yang “relatif dekat”, yaitu kepercayaan kepada Walhowak atau Nyopase Kain atau Elalin Walhasikhe, konsep cargo cults berupa pengharapan situasi ideal masa depan dalam mitos Nabelan–Kabelan atau Nawulal-Hawulal atau Nabudlal-Habudlal atau Nabutal–Habutal atau Nanggonok-Kanggonok serta pengharapan oknum ideal masa depan dalam mitos Naruekul, serta sikap loyalitas kepada Ap Kain sebagai “kepala suku” akhuni Palim meke, sehingga dapat “dipertemukan” dengan nilai-nilai Injil melalui penggantian fungsi. Dengan demikian maka sangatlah memungkinkan untuk menentukan konsep pendekatan penginjilan kontekstual kepada mereka.

This study demonstrates the existence of cultural values and the concept of the worldview of the “relatively close” Baliem society, which is the belief in Walhowak or Nyopase Kain or Elalin Walhasikhe, the concept of cargo cults in the hope of the ideal situation of the future in the myths of Nabelan-Kabelan, Nawulal-Hawulal, Nabudlal-Habudlal, Nabutal-Habutal or Nanggonok-Kanggonok, as well as the hope of the future ideal person in the myth of Naruekul, as well as the attitude of loyalty to Ap Kain as the “head of the tribe” akhuni Palim meke, so as to be "reunited" with the values of the gospel through functional replacement. Thus it is possible to determine an approach concept of contextual evangelism for them.

Terkirim: 2018-03-17Lebih lanjut...
 

Belajar Sebagai Identitas Dan Tugas Gereja

Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan pentingnya belajar dalam kaitannya dengan tugas pembinaan jemaat dan memaknainya sebagai tugas yang mendesak. Memakai metode deskriptif-analitis, penulis memaparkan konsep belajar dalam melalui pendekatan studi Alkitab dengan ilmu-ilmu psikologi sebagai pendukung. Hasil studi ini di dapatkan informasi bahwa 1) Pendidikan Kristen Berbeda dengan pendidikan sekuler yang bercorak humanistik dan naturalistic. 2) Pendidikan Kristen berkonsentrasi pada tugas memahami dan menghayati serta mengkomunikasikan penyataan Allah (God’s revelation) di dalam Alkitab dan di dalam Yesus Kristus. 3) dari studi Alkitab dikemukakan bahwa belajar adalah bagian dari hakikat manusia dan tuntutan dasariah dari Allah untuk mengenal Dia sebagai Tuhan Pencipta dan Penebus umat manusia. 4) Guna membimbing gereja berkembang dalam kehidupan yang dinamis secara spritual, kehadiran gereja yang bersedia belajar sangat diperlukan. Warga jemaat perlu disadarkan bahwa untuk memelihara kadar spiritualitas yang tetap segar, orang percaya senantiasa memerlukan pembelajaran yang jujur, sehat dan benar.

This paper aims to describe the importance of learning in relation to the discipling duties of the church and interpret it as an urgent task. Using a descriptive-analytic method, the author explains concepts learned through a Bible study approach and includes discussion on psychology as a supplement. The results of this study in gathering information are that 1) Christian Education is unlike secular education that is inclined toward humanistic and naturalistic thinking. 2) Christian Education is concentrated on the task of understanding and appreciating along with communicating the revelation of God (God's revelation) in the Bible and in Jesus Christ. 3) From studying the Bible it can be argued that learning is part of human nature and the basic demands of God to know Him as God the Creator and Redeemer of mankind. 4) In order to guide the church in developing spiritually dynamic lives, the presence of churches who are willing to learn is very much needed. The congregation needs to be made aware that to maintain levels of spirituality that will remain fresh and new, believers will continuously need learning that is honest, wholesome and true.

Terkirim: 2018-03-17Lebih lanjut...
 

Informasi

 

Jurnal Jaffray: Peringkat 2 (SINTA 2) Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode I Tahun 2018

 
Jurnal Jaffray terakreditasi Peringkat 2 Jurnal ilmiah  
Dikirimkan: 2018-07-18 Lebih Lanjut...
 
Lebih banyak informasi...

Vol 16, No 1 (2018): Jurnal Jaffray Volume 16, no. 1 April 2018


Halaman Sampul